Sabtu, 17 Desember 2016

LAPORAN


PRAKTEK SUPERVISI PENGAWAS PAI PADA SEKOLAH TINGKAT SD SE-KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

DI AJUKAN SEBAGAI SYARAT MATA KULIAH PRAKTEK SUPERVISI


DOSEN PEMBIMBING


Dr. H. MUKHTAR HAZAWAWI, M.Pd









OLEH

SANUSI
NIM.15710064

PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
KONSENTRASI SUPERVISI PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
TANUN 2016


KATA PENGANTAR



Puji dan syukur penulis  panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan dan hidayah Nya  sehingga penyusunan laporan hasil pengawasan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar yang penulis supervise selama praktek berlangsung dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.      Bapak Dr. Mukhtar Hazawawi, M.Pd selaku Dosen Pengampu mata kuliah Praktek Supervisi  yang telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam teori maupun praktek lapangan.
2.      Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang  yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan praktek kepengawasan pada beberapa SD di Wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang.
3.      Bapak Dr. Sutrisno, M.Pd selaku ketua Kelompok Kerja Pengawas ( Pokjawas ) Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Yang sudah menerima penulis untuk melakukan praktek kepengawasan PAI pada SD Se- Kecematan Sukun Kota Malang.
4.      Bapak Drs. Muniron, M.A. selaku pengawas Pamong ( pembimbing/pendamping lapangan) yang begitu sabar dan telaten membimbing dan mengrahkan penulis mulai dari awal praktek hingga selesai.
5.      Para Kepala Sekolah Dasar dan guru PAI sebagai mitra kerja PPAI di wilayah binaan kecamatan Sukun yang telah bekerjasama dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Para Kepala SD tersebut telah memberikan informasi dengan jujur, bekerja dengan sungguh-sungguh , serta segala sesuatu yang dapat memperlancar tugas praktek kepengawasan.  SD yang dimaksud adalah : SDN Ciptomulyo 1  , SDN Percobaan 2, SDN Tanjung Rejo 1 dan 2  dan  SDN Pisang Candi 4.
6.      Teman-teman  kuliah Program beasiswa  Kementarian Agama Jurusan Manajemen Pendidikan Islam konsentarsi Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2015.
Semua pihak yang telah memberikan kontribusinya secara moril atas terselenggaranya praktek supervise tesebut, dan juga semua pihak yang ikut berkontribusi sehingga laporan kepengawasan ini dapat terselesaikan dengan baik.
            Laporan praktek kepengawasan ini dibuat sebagai laporan kepada pemangku kepentingan terkait, khususnya buat Sivitas akademika Kampus Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Kosentrasi Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang. semoga laporan praktek kepengawasan ini bisa menjadikan evaluasi diri penulis sebagai calon  PPAI, dan  mudah-mudahan dapat penulis manfaatkan untuk perbaikan kinerja di masa yang akan datang serta  pihak yang memerlukan informasi berkaitan dengan hasil pengawasan ini.

Malang, 30  November  2016


Peulis








Halaman
Kata Pengantar
............................................................................................................
2
Daftar Isi
..................................................................................................................
4
BAB I. PENDAHULUAN
.........................................................................................
5
A.    Konteks Supervisi
............................................................................................
5
B.     Fokus Supervisi
............................................................................................
6
C.     Tujuan dan Sasaran Supervisi
..........................................................................
6
D.    Ruang Lingkup
............................................................................................
6
BAB II. KERANGKA PIKIR SOLUSI
.......................................................................
8
BAB III. PENDEKATAN DAN METODE SUPERVISI
............................................
10
BAB IV. HASIL SUPERVISI
......................................................................................
11
A.    Hasil Supervisi Akademik
................................................................................
11
B.     Pembahasan Hasil
............................................................................................
13
BAB V. Penutup
.....................................................................................................
15
A.    Kesimpulan
.....................................................................................................
15
B.     Rekomendasi
.....................................................................................................
15
Lampiran -Lampiran
.....................................................................................................
15
1.      Dokumen Instrumen Pelaksanaan Supervisi


2.      Program Supervisi


3.      Jadwal Sueprvisi


4.      Jurnal Supervisi





















BAB I

PENDAHULUAN


A.       Konteks Supervisi

Salah satu Program mata kuliah  praktek supervisi adalah melakukan kegiatan praktek supervisi pada sekolah-sekolah yang menjadi binaan para pengawas PAI di wilayan kementerian Agama Kota Malang. Praktek supervisi menjadi sebuah kewajiban bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dengan praktek lapangan melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja Sama dengan Kementerian Agama Kota Malang untuk membuktikan kemampuan teoritis mahasiswa dengan melakukan praktek lapangan.
Kegiatan Praktek Supervisi Pendidikan Agama Islam  yang dilakukan oleh penulis pada SD Se-Kecamatan Sukun Kota Malang diawali dengan penyusunan program kerja bersama dengan Pengawas Pamong yaitu Bapak Drs. Muniron, M.A. selaku pengawas yang membina pada beberapa Sekolah Dasar pada beberapa Gugus dan Inti di Kecamatan Sukun Kota Malang.  Dengan adanya program kerja maka kegiatan praktek supervisi dapat terarah dan memiliki sasaran serta target yang jelas seperti pada kegiatan supervisi yang sesungguhnya. Segala aktivitas praktek  supervisi termasuk ruang lingkup, output yang diharapkan serta jadwal supervisi dituangkan dalam program yang disusun. Hal ini sekaligus menjadi dasar acuan dan pertanggung  jawaban penulis dalam melakukan supervisi di lapangan.
Berdasarkan program tersebut penulis melakukan tugas supervisi dan selanjutnya hasil supervisi tersebut  penulis tuangkan dalam sebuah laporan hasil supervisi dengan harapan  dapat dijadikan acuan untuk penyusun program tindak lanjut. Dengan adanya program dan laporan hasil praktek Supervisi dari penulis dapat diketahui rencana dan tingkat ketercapaianya dalam kegiatan praktek supervisi, serta dengan harapan semoga dapat digunakan untuk melihat tingkat perkembangan atau keberhasilan sekolah binaan pengawas yang sesungguhnya.




B.     Fokus Supervisi

1.      Pembinaan 8 Standar Nasional Pendidikan pada Sekolah Dasar  yang selanjutnya kami SD.
2.      Pembinaan standar proses dalam penyusunan dan pengembangan silabus, RPP, dan KKM, penilaian proses dan evaluasi proses.
3.      Membimbing guru dalam penggunaan stategi / metode serta media pembelajaran yang lebih baik.
4.      Membimbing Guru dalam merencanakan pemebelajaran yang lebih baik sesuai dengan petunjuk Rencana Pembelajaran yang sudah dibuat.

C.    Tujuan dan sasaran Supervisi
1.         Pembinaan 8 Standar Nasional Pendidikan pada Sekolah Dasar  yang selanjutnya kami SD.
2.         Pembinaan standar proses dalam penyusunan dan pengembangan silabus, RPP, dan KKM, penilaian proses dan evaluasi proses.
3.         Membimbing guru dalam penggunaan stategi / metode serta media pembelajaran yang lebih baik.
4.         Membimbing Guru dalam merencanakan pemebelajaran yang lebih baik sesuai dengan petunjuk Rencana Pembelajaran yang sudah dibuat.

D. Ruang lingkup
Berdasarkan jangka waktu pelaksanaan Program Praktek Supervisi  dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua sekolah Dasar di Kecamatan Sukun  dalam kurun waktu yang sangat singkat, maka penyusunan Program pengawasan tahunan dan Semester disusun dengan melibatkan pengawas Pamong. Program pengawasan semester merupakan penjabaran program pengawasan tahunan pada masing-masing sekolah binaan selama satu semester. Program pengawasan semester disusun oleh setiap penulis dan pengawas Pamong  sesuai kondisi obyektif sekolah binaan  masing-masing.
Laporan Supervisi  merupakan catatan atau laporan kegiatan dalam pelaksanaan program Praktek Supervisi pada sekolah yang telah disusun, dan untuk melaporkan kondisi riil yang dihadapi dalam wilayah kepengawasan serta untuk mengetahui tingkat ketercapaian atau keberhasilan dari masing-masing program dalam kegiatan praktek Supervisi akademik. Laporan Supervisi juga untuk mengetahui kendala yang dihadapi dari masing-masing Sekolah binaan dan atau guru yang berada di sekolah tersebut.
Secara  garis besar ruang lingkup laporan  praktek Supervisi akademik ini meliputi, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) aspek:
1.      Pembinaan
2.      Pemantauan
3.      Penilaian









































BAB II

KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH


Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah, diperlukan serangkaian kegiatan yang terencana, terarah, serta berkesinambungan. Program praktek supervisi disusun dengan maksud memberikan penjelasan atas pertanyaan sebagai berikut:
1)      Why: Mengapa kegiatan Supervisi dilakukan?
2)      What: Apa tujuan dan sasaran supervisi?
3)      Who: Siapa yang terlibat dalam supervisi?
4)      How: Bagaimana supervisi dilakukan?
5)      When:  Kapan supervisi dilakukan
Program Kerja yang disusun hendaknya mengikuti ketentuan yang disingkat ”SMART”, maksudnya:
a)      Specific artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan program kerja bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan.
b)      Measureable artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya.
c)      Achieveable artinya program-program dan kegiatan-kegiatan selain dapat diukur juga harus dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi di sekolah.
d)      Realistics artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih realitas, tidak mengada-ada, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah dalam pencapaian hasilnya.
e)      Time Bound artiya jelas target waktu pencapaian dalam setiap langkah kegiatan.
Sebagai suatu bentuk perencanaan, program pengawasan sekolah berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengawasan. Dengan memperhatikan langkah pokok perencanaan (Stoner, 1992), terdapat empat tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam penyusunan program pengawasan sekolah meliputi:

(1)   Menetapkan tujuan atau seperangkat tujuan
(2)   Menentukan situasi pada saat ini
(3)   Mengidentifikasi pendukung dan penghambat tujuan
(4)   Mengembangkan seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan.
Masruri, dkk. (2002) menyebutkan prinsip umum supervisi sebagai berikut:
Supervisi merupakan bagian terpadu dari program pendidikan yang berbentuk kerja sama dan kelompok.
Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah membutuhkan serta terkait dengan supervisi. Oleh karena itu supervisi hendaknya memberi keuntungan bagi seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam pengembangan proses pembelajaran, serta pelaksanaan administrasi sekolah yang mundukungnya.
Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan dan sasaran pendidikan dan membimbing implementasinya dalam pembelajaran, yang didukung dengan administrasi yang memadai.
Supervisi hendaknya membantu sikap dan hubungan manusiawi antar staf sekolah dan mendorong berkembangnya hubungan masyarakat yang lebih efektif.
Supervisi hendaknya membantu pula dalam menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam supervisi diperlukan rencana jangka panjang maupun jangka pendek, yang dalam penyusunannya melibatkan personalia sekolah, pengawas, dan pihak lain yang terkait. Pengawas hendaknya mampu menafsirkan dan mempraktikkan hasil penemuan riset pendidikan dan pembaharuan dan mengitroduksikan kepada sekolah. Dari program yang sudah direncanakan, dan sudah dilaksanakan dapat dilaporkan  hasil  Supervisi yang secara rinci dapat dilihat dalam BAB IV.





BAB III

PENDEKATAN DAN METODE

A.      Pendekatan

  Dalam menyusun program Supervisi, seorang pengawas dapat memulai dengan melakukan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Oppor-tunity, dan Threats). Analisis SWOT ini dimaksudkan untuk menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah binaan yang akan ditingkatkan mutunya. Kekuatan adalah faktor dari dalam sekolah yang mendorong pencapaian sasaran. Peluang adalah faktor dari luar sekolah yang mendorong pencapaian sasaran. Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah yang menghambat pencapaian sasaran. Ancaman adalah faktor dari luar sekolah yang menghambat pencapaian sasaran.
Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal wilayah binaan dan sekolah  yang ada. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan mutunya.

B.     Metode yang digunakan ketika praktek supervisi
Karena penulis adalah pengawas PAI maka supervisi yang dilakukan hanya Supervisi akademik dengan menggunkan:
1.       Model supervisi yang penulis lakukan adalah Model  Klinis
2.       Pendekatannya adalah pendekatan kolaboratif yaitu gabungan antara pendekatan direktif dan non-direktif.
3.      Teknik yang penulis lakukan adalah teknik Individual




BAB IV


HASIL  SUPERVISI AKADEMIK  PADA SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
  
A.    Hasil Supervisi Akademik

NO
SEKOLAH SASARAN
HASIL SUPERVISI
MASALAH YANG DIHADAPI
PENYEBAB
SOLUSI
RENCANA TINDAK LANJUT
1
SDN Ciptomulyo 1

Perangkat pembelajaran ada yang masih lengkap, proses pembelajaran kurang kreatif dan pengelolaan kelas kurang maksimal, sebagaian guru tidak mamapu menggunakan media pemebelajaran IT ( Teknologi informatika ) serta media inovasi lainnya.
KKM  secara rata-rata kurang dari 65, dan tingkat ketercapaian kurang dari 70%
Guru masi merasa bahwa penggunaan laptop tidak terlalu penting untuk media pembelajaran. terlalu bersabar sehingga siswa kurang memperhatikan, menghormati dan menghargai guru
Guru harus mamapu menguasi IT dan media yang relevan dengan hal tersebut. Guru perlu membedakan sikap kapan harus tegas, serius dan disiplin, kapan harus bersikap sbg teman sehingga siswa memperhatikan guru
Guru harus kursus komputer , Perlu shering dengan sesama guru untuk meningkatkan kompetensi dan pengelolaan kelas dalam forum KKG mini atau yang lain
2
SDN Percobaan 2

Perangkat pembelajaran lengkap, penentuan KKM kurang dihitung teliti, proses pembelajaran cukup baik, hasil belajar sedang
 Kompetensi guru perlu ditingkatkan, baik kompetensi paedagogik maupun profesional
Tenaga guru PAI mengalami keterbatasan kreatifitas  dalam beraktifitas
Diupayakan guru bisa sharing dengan sesama guru PAI satu gugus, atau menambah wawasan dengan membaca
Guru perlu belajar cara menentukan KKM dan menganalisis hasil belajar sebagai upaya perbaikan pembelajaran
3
SDN Tanjung Rejo 1
Perangkat pembelajaran   lengkap, proses pembelajaran cukup baik, analisis hasil belajar kurang, hasil belajar  siswa cukup, KKM PAI rendah
Guru kurang mampu dalam menganalisis hasil belajar siswa
Guru kurang aktif pada saat pembinaan dalam KKG PAI
Guru aktif dalam aktifitas KKG PAI tingkat kecamatan maupun gugus
Perlu dukungan dan motivasi dari kepala sekolah dalam peningkatan kompetensi
4
SDN Tanjung Rejo 2
Perangkat pembelajaran lengkap, tetapi kurang inovatif dan masih hasil kerja KKG, proses pembelajaran cukup baik, hasil belajar siswa cukup
Jumlah siswa dalam rombel cukup besar, sehingga bisa menjadi kendala dalam pengelolaan kelas
Jumlah ruang kelas tidak maksimalkan
Sekolah menerima siswa dengan jumlah ideal 24-32 siswa per rombel
Bila sekolah menerima siswa lebih, hendaknya ada penambahan ruang kelas sehingga ideal
5
SDN Pisang Candi 4

Perangkat kurang lengkap, proses pembelajaran kurang inovatif, hasil belajar cukup
KKM PAI masih rendah, karena Dayadukung masih rendah
Inovasi dan kreatifitas guru kurang, belum di maksimalkannya sarana ibadah yang ada.
Perlu peningkatan kreatifitas guru dalam pembelajaran dan memaksimalkan sarana yang ada di lingkungan sekolah
Meningkatkan profesionalisme guru, dan upaya untuk membangun kesadaran Guru secara maksimal



B   Pembahasan Hasil

1.      Program Pembelajaran  yang telah disusun baru program semester  dan program tahunan yaitu program tahunan yang masih perlu adanya penyempurnaan, sedangkan prgram semster  sebagian  belum tersusun dengan baik teritama legalisasi dari kepala sekolah. Namun secara umum semua guru PAI sudah membuat perncanaan dan program-program pembelajaran lainnya.
2.      Kepala Sekolah pada umumnnya yang penulis observasi belum melaksanakan fungsinya sebagai supervisor sehingga mereka tidak memiliki program supervisi kelas, tidak melaksanakan supervisi, apalagi tindak lanjut supervisi, jika ada itupun hanya berupa catatan bukan hasil supervisi murni,  padahal supervisi kelas itu sangat penting untuk mengetahui secara persis kinerja guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung.
3.      Lingkungan sekolah pada umumnya cukup baik, begitu pula kultur yang dibangun di sekolah-sekolah tersebut, ternaga keamanan sebagian besar sekolah sudah memiliki tenaga khusus, kebersihan dan kerindangan terus diupayakan oleh semua sekolah.
4.      Revisi Kurikulun sudah dilakukan setiap tahun, yaitu dengan diberlkukannya kurikulum K-13 namun masih ngambang karena kementerian pendidikan nasional sudah menarik kembali K-13 untuk ditinjau kembali.
5.      Pada umumnya sekolah-sekolah tersebut sudah memiliki tempat khusus tenaga administrasi, pustakawan, dan laboratorium tetapi masih dirangkap oleh dengan ruang guru yang ada.
6.      Semua sekolah  sudah berupa pengadaan ruang perpustakaan walaupun kurang memenuhi syarat begitu pula jumlah buku yang ada dan sarana prasarananya.
7.      Hanya sebagian kecil sekolah yang memiliki ruang laboratorium komputer, laboratorium bahasa maupun laboratorium IPA.
8.      Belum semua guru membuat perangkat pembelajaran secara lengkap hal ini disebabkan kemampuan dan kemauan guru. Ada guru yang mampu tetapi kurang mau , ada yang mau membuat tetapi kemampuannya terbatas, ada pula yang mampu dan mau membuat perangkat pembelajaran secara tertib dan teratur.
9.      Sebagian besar guru sudah berusaha melakukan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM, tetapi ada sebagian yang kurang memahami strategi tersebut, begitu pula cara membimbing siswa agar siswa aktif, kreatif, cara membimbing siswa untuk membuat karya, dan memajangkan hasil sebagai bentuk aktualisasi sehingga masih perlu adanya upaya untuk peningkatan kompetensi guru.
10.  Belum semua guru memahami teknik penilaian autentik, belum menggunakan berbagai jenis penilaian, sehingga penilaian masih lebih banyak berupa tes.
11.  Sebagaian besar guru-guru PAI pada sekolah-sekolah tersebut belum mampu memahami dan mengoperasikan komputer atau Laptop sehingga penggunaan media pembelajaran yang menarik belum mampu dilakukan.



BAB V

PENUTUP

A.    Kesimpulan


Sebagian besar guru PAI telah membuat perangkat pembelajaran dengan lengkap, tetapi mayoritas masih hasil dari KKG, belum dikembangkan sesuai dengan kondisi di sekolah masing-masing.Pembelajaran PAKEM sudah dilakukan oleh sebagian besar guru namun Masih banyak sekolah dasar yang belum memiliki sarana ibadah, sehingga PAI khususnya sholat, mengalami kendala dalam melaksanakan praktek di sekolah.Hasil belajar siswa sebagian sudah baik dan sebagian lain pada posisi sedang dan yang lain masih berada pada posisi kurang, sehingga secara rata-rata KKM masih berkisar pada 65-70, dan tingkat ketercapaian rata-rata 75%.

B.     Rekomendasi dan Saran
Pembelajaran PAKEM perlu didiskusikan lagi pada forum KKM, KKG PAI , begitu pula tentang pengelolaan kelas, teknik membimbing siswa dan memotifasi agar siswa dapat dikembangkan potensinya secara optimal.
Guru PAI perlu menguasai multi metode dan strategi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Kualitas dan kegiatan KKG PAI perlu ditingkatkan, agar pendidikan Agama Islam tidak diabaikan dan KKG PAI dapat dijadikan wadah dalam peningkatan kompetensi guru.
Guru hendaknya meningkatkan pemahaman dalam penilaian sehingga dalam pelaksanaan penilaian tidak hanya dalam bentuk tes, dan dapat memilih berbagai bentuk tes sesuai dengan KD.

LAMPIRAN

Beberapa sampel hasil supervisi akademik serta dokumentasi kegiatan supervisi pada beberapa sekolah yaitu:
1.      SDN Ciptomulyo 1
2.      SDN Percobaan 2
3.      SDN Tanjungrejo 1
4.      SDN Tanjungrejo 2
5.      SDN Pisang Candi 4







1.      Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada SDN Ciptomulyo 1

a.      Kegiatan supervise administrasi

   
                                                                                                     
                                                                                   
           

b.      Supervisi Kunjungan Kelas

Proses Pembelajaran oleh Pak Idris, S.Ag. mengajar PAI pada Kelas IV

Salah satu proses pembelajaran dengan materi tentang Taharah ( bersuci ) simulasi wudhu.
Pada kelas IV SDN Ciptomulyo 1 Kec.Sukun Kota Malang








Proses pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu Yunani,S.Pd.I, guru PAI kelas II a. materi tentang
Akhlak mulia dan terpuji.











2.      Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada SDN Percobaan 2

a.       Kegiatan supervise administari
Penilaian dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu  Suharyani, S.Pd.I











b.      Supervisi Kunjungan Kelas


Suasana pemebalajaran PAI pada kelas IV yang lakukan oleh Ibu Suharyani, S.Pd.I








c.       Suasana pembinaan yang dilakukan oleh pengawas pamong Drs.Muniron,M.A
Kepada Guru PAI yang PNS dan Guru PAI Honorer di ruang Kepala Sekolah



3.      Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada SDN Tanjung Rejo 1

a.       Kegiatan supervise administari  
Penilaian dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu   Hari Setyaningsih, S.Pd.I





b.      Supervisi Kelas
Kegiatan Pembelajaran PAI pada Kelas VI oleh Ibu Hari Setyaningsih, S.Pd.I










4.      Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada SDN Tanjung Rejo 2

a.       Kegiatan supervisi administari  
Penilaian dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu   Siti Masithoh, S.Pd.I







b.      Supervisi Kelas
Kegiatan Pembelajaran PAI pada Kelas V oleh Ibu Siti Masithoh, S.Pd.I













5.      Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada SDN Pisang Candi 4

a.    Kegiatan supervise administari  
Penilaian dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu Nur Asniati, S.Pd.I






b.      Supervisi Kelas
Kegiatan Pembelajaran PAI pada Kelas 1 oleh Ibu Nur Asniati , S.Pd.I




Tidak ada komentar:

Posting Komentar