LAPORAN
PRAKTEK SUPERVISI PENGAWAS PAI PADA
SEKOLAH TINGKAT SD SE-KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
DI AJUKAN SEBAGAI SYARAT MATA KULIAH PRAKTEK
SUPERVISI
DOSEN PEMBIMBING
Dr. H. MUKHTAR HAZAWAWI, M.Pd
OLEH
SANUSI
NIM.15710064
PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
KONSENTRASI SUPERVISI PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA
MALIK IBRAHIM MALANG
TANUN 2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan begitu banyak kenikmatan dan hidayah Nya sehingga penyusunan laporan hasil pengawasan
Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar yang penulis supervise selama praktek
berlangsung dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini penulis sampaikan
terima kasih yang tak
terhingga kepada :
1.
Bapak Dr. Mukhtar
Hazawawi, M.Pd selaku Dosen Pengampu mata kuliah Praktek Supervisi yang telah membimbing dan mengarahkan penulis
dalam teori maupun praktek lapangan.
2.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Malang yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan praktek kepengawasan pada
beberapa SD di Wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang.
3.
Bapak Dr. Sutrisno, M.Pd selaku ketua Kelompok Kerja
Pengawas ( Pokjawas ) Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Yang sudah menerima
penulis untuk melakukan praktek kepengawasan PAI pada SD Se- Kecematan Sukun
Kota Malang.
4.
Bapak Drs. Muniron, M.A.
selaku pengawas Pamong ( pembimbing/pendamping lapangan) yang begitu sabar dan
telaten membimbing dan mengrahkan penulis mulai dari awal praktek hingga
selesai.
5.
Para Kepala Sekolah Dasar
dan guru PAI sebagai mitra kerja PPAI di wilayah binaan kecamatan Sukun yang
telah bekerjasama dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas
pembelajaran PAI. Para Kepala SD tersebut telah memberikan informasi dengan
jujur, bekerja dengan sungguh-sungguh , serta segala sesuatu yang dapat
memperlancar tugas praktek kepengawasan. SD yang
dimaksud adalah : SDN Ciptomulyo 1 , SDN Percobaan 2, SDN Tanjung Rejo 1 dan 2 dan SDN Pisang Candi 4.
6.
Teman-teman
kuliah Program beasiswa
Kementarian Agama Jurusan Manajemen Pendidikan Islam konsentarsi
Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang angkatan 2015.
Semua pihak yang telah memberikan kontribusinya secara moril atas terselenggaranya praktek
supervise tesebut, dan juga semua pihak yang ikut
berkontribusi sehingga laporan kepengawasan ini
dapat
terselesaikan dengan baik.
Laporan praktek
kepengawasan ini dibuat sebagai laporan kepada pemangku kepentingan terkait,
khususnya buat Sivitas akademika Kampus Pascasarjana Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam Kosentrasi Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri
Maulan Malik Ibrahim Malang. semoga laporan praktek kepengawasan ini bisa
menjadikan evaluasi diri penulis sebagai calon PPAI, dan
mudah-mudahan dapat penulis manfaatkan untuk perbaikan kinerja di masa
yang akan datang serta pihak yang
memerlukan informasi berkaitan dengan hasil pengawasan ini.
Malang,
30 November 2016
Peulis
|
|
|
Halaman
|
||||||||||||
|
Kata Pengantar
|
............................................................................................................
|
2
|
||||||||||||
|
Daftar Isi
|
..................................................................................................................
|
4
|
||||||||||||
|
BAB I. PENDAHULUAN
|
.........................................................................................
|
5
|
||||||||||||
|
A. Konteks Supervisi
|
............................................................................................
|
5
|
||||||||||||
|
B. Fokus Supervisi
|
............................................................................................
|
6
|
||||||||||||
|
C. Tujuan dan Sasaran Supervisi
|
..........................................................................
|
6
|
||||||||||||
|
D. Ruang Lingkup
|
............................................................................................
|
6
|
||||||||||||
|
BAB II. KERANGKA PIKIR SOLUSI
|
.......................................................................
|
8
|
||||||||||||
|
BAB III. PENDEKATAN DAN METODE SUPERVISI
|
............................................
|
10
|
||||||||||||
|
BAB IV. HASIL SUPERVISI
|
......................................................................................
|
11
|
||||||||||||
|
A. Hasil Supervisi Akademik
|
................................................................................
|
11
|
||||||||||||
|
B. Pembahasan Hasil
|
............................................................................................
|
13
|
||||||||||||
|
BAB V. Penutup
|
.....................................................................................................
|
15
|
||||||||||||
|
A. Kesimpulan
|
.....................................................................................................
|
15
|
||||||||||||
|
B. Rekomendasi
|
.....................................................................................................
|
15
|
||||||||||||
|
Lampiran -Lampiran
|
.....................................................................................................
|
15
|
||||||||||||
|
1. Dokumen Instrumen Pelaksanaan Supervisi
|
|
|
||||||||||||
|
2. Program Supervisi
|
|
|
||||||||||||
|
3. Jadwal Sueprvisi
|
|
|
||||||||||||
|
4. Jurnal Supervisi
|
|
|
||||||||||||
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Konteks Supervisi
Salah satu Program
mata kuliah praktek supervisi adalah
melakukan kegiatan praktek supervisi pada sekolah-sekolah yang menjadi binaan
para pengawas PAI di wilayan kementerian Agama Kota Malang. Praktek supervisi
menjadi sebuah kewajiban bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dengan
praktek lapangan melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi
Supervisi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
bekerja Sama dengan Kementerian Agama Kota Malang untuk membuktikan kemampuan
teoritis mahasiswa dengan melakukan praktek lapangan.
Kegiatan Praktek Supervisi
Pendidikan Agama Islam yang dilakukan
oleh penulis pada SD Se-Kecamatan Sukun Kota Malang diawali dengan penyusunan
program kerja bersama dengan Pengawas Pamong yaitu Bapak Drs. Muniron, M.A.
selaku pengawas yang membina pada beberapa Sekolah Dasar pada beberapa Gugus
dan Inti di Kecamatan Sukun Kota Malang.
Dengan adanya program kerja maka kegiatan praktek supervisi dapat
terarah dan memiliki sasaran serta target yang jelas seperti pada kegiatan
supervisi yang sesungguhnya. Segala aktivitas praktek supervisi termasuk ruang lingkup, output yang
diharapkan serta jadwal supervisi dituangkan dalam program yang disusun. Hal
ini sekaligus menjadi dasar acuan dan pertanggung jawaban penulis dalam melakukan supervisi di
lapangan.
Berdasarkan program
tersebut penulis melakukan tugas supervisi dan selanjutnya hasil supervisi
tersebut penulis tuangkan dalam sebuah
laporan hasil supervisi dengan harapan
dapat dijadikan acuan untuk penyusun program tindak lanjut. Dengan
adanya program dan laporan hasil praktek Supervisi dari penulis dapat diketahui
rencana dan tingkat ketercapaianya dalam kegiatan praktek supervisi, serta
dengan harapan semoga dapat digunakan untuk melihat tingkat perkembangan atau
keberhasilan sekolah binaan pengawas yang sesungguhnya.
B. Fokus Supervisi
1. Pembinaan 8 Standar Nasional
Pendidikan pada Sekolah Dasar yang selanjutnya
kami SD.
2. Pembinaan standar proses dalam
penyusunan dan pengembangan silabus, RPP, dan KKM, penilaian proses dan
evaluasi proses.
3. Membimbing guru dalam
penggunaan stategi / metode serta media pembelajaran yang lebih baik.
4. Membimbing Guru dalam
merencanakan pemebelajaran yang lebih baik sesuai dengan petunjuk Rencana
Pembelajaran yang sudah dibuat.
C. Tujuan dan sasaran Supervisi
1.
Pembinaan
8 Standar Nasional Pendidikan pada Sekolah Dasar yang selanjutnya kami SD.
2.
Pembinaan
standar proses dalam penyusunan dan pengembangan silabus, RPP, dan KKM,
penilaian proses dan evaluasi proses.
3.
Membimbing
guru dalam penggunaan stategi / metode serta media pembelajaran yang lebih
baik.
4.
Membimbing
Guru dalam merencanakan pemebelajaran yang lebih baik sesuai dengan petunjuk Rencana
Pembelajaran yang sudah dibuat.
D. Ruang lingkup
Berdasarkan jangka
waktu pelaksanaan Program Praktek Supervisi dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua
sekolah Dasar di Kecamatan Sukun dalam
kurun waktu yang sangat singkat, maka penyusunan Program pengawasan tahunan dan
Semester disusun dengan melibatkan pengawas Pamong. Program pengawasan semester
merupakan penjabaran program pengawasan tahunan pada masing-masing sekolah
binaan selama satu semester. Program pengawasan semester disusun oleh setiap penulis
dan pengawas Pamong sesuai kondisi
obyektif sekolah binaan masing-masing.
Laporan Supervisi merupakan catatan atau laporan kegiatan dalam
pelaksanaan program Praktek Supervisi pada sekolah yang telah disusun, dan
untuk melaporkan kondisi riil yang dihadapi dalam wilayah kepengawasan serta
untuk mengetahui tingkat ketercapaian atau keberhasilan dari masing-masing
program dalam kegiatan praktek Supervisi akademik. Laporan Supervisi juga untuk
mengetahui kendala yang dihadapi dari masing-masing Sekolah binaan dan atau guru
yang berada di sekolah tersebut.
Secara garis besar ruang lingkup laporan praktek Supervisi akademik ini meliputi, yang
masing-masing terdiri dari 3 (tiga) aspek:
1. Pembinaan
2. Pemantauan
3. Penilaian
BAB II
KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi pengawas sekolah, diperlukan serangkaian kegiatan yang terencana,
terarah, serta berkesinambungan. Program praktek supervisi disusun dengan maksud memberikan penjelasan atas
pertanyaan sebagai berikut:
1)
Why: Mengapa kegiatan Supervisi dilakukan?
2)
What: Apa tujuan dan sasaran supervisi?
3)
Who: Siapa yang terlibat dalam supervisi?
4)
How: Bagaimana supervisi dilakukan?
5)
When:
Kapan supervisi dilakukan
Program Kerja yang disusun hendaknya mengikuti ketentuan yang
disingkat ”SMART”, maksudnya:
a)
Specific artinya pokok masalah yang
dijadikan program dalam penyusunan program kerja bersifat spesifik, jelas dan
terfokus pada pencapaian tujuan.
b)
Measureable artinya program-program
dan kegiatan-kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya.
c)
Achieveable artinya program-program
dan kegiatan-kegiatan selain dapat diukur juga harus dapat dicapai disesuaikan
dengan berbagai kondisi di sekolah.
d)
Realistics artinya program-program
dan kegiatan-kegiatan yang dipilih realitas, tidak mengada-ada, sesuai dengan
kebutuhan dan keadaan sekolah dalam pencapaian hasilnya.
e)
Time Bound artiya jelas target waktu
pencapaian dalam setiap langkah kegiatan.
Sebagai suatu bentuk perencanaan, program
pengawasan sekolah berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengawasan. Dengan memperhatikan langkah
pokok perencanaan (Stoner, 1992), terdapat empat tahapan kegiatan yang harus
dilakukan dalam penyusunan program pengawasan sekolah meliputi:
(1)
Menetapkan tujuan atau
seperangkat tujuan
(2)
Menentukan situasi pada
saat ini
(3)
Mengidentifikasi pendukung
dan penghambat tujuan
(4)
Mengembangkan seperangkat
tindakan untuk mencapai tujuan.
Masruri, dkk. (2002) menyebutkan prinsip umum
supervisi sebagai berikut:
Supervisi merupakan bagian terpadu dari
program pendidikan yang berbentuk kerja sama dan kelompok.
Seluruh tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan di sekolah membutuhkan serta terkait dengan supervisi. Oleh karena
itu supervisi hendaknya memberi keuntungan bagi seluruh tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan dalam pengembangan proses pembelajaran, serta pelaksanaan
administrasi sekolah yang mundukungnya.
Supervisi hendaknya membantu menjelaskan
tujuan dan sasaran pendidikan dan membimbing implementasinya dalam
pembelajaran, yang didukung dengan administrasi yang memadai.
Supervisi hendaknya membantu sikap dan
hubungan manusiawi antar staf sekolah dan mendorong berkembangnya hubungan
masyarakat yang lebih efektif.
Supervisi hendaknya membantu pula dalam
menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam supervisi diperlukan rencana
jangka panjang maupun jangka pendek, yang dalam penyusunannya melibatkan personalia
sekolah, pengawas, dan pihak lain yang terkait. Pengawas hendaknya mampu
menafsirkan dan mempraktikkan hasil penemuan riset pendidikan dan pembaharuan
dan mengitroduksikan kepada sekolah. Dari program yang sudah direncanakan, dan
sudah dilaksanakan dapat dilaporkan
hasil Supervisi yang secara rinci
dapat dilihat dalam BAB IV.
BAB III
PENDEKATAN DAN METODE
A. Pendekatan
Dalam menyusun program Supervisi,
seorang pengawas dapat memulai dengan melakukan analisis SWOT (Strenght,
Weakness, Oppor-tunity, dan Threats). Analisis SWOT ini dimaksudkan untuk
menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada
sekolah-sekolah yang berada di wilayah binaan yang akan ditingkatkan mutunya.
Kekuatan adalah faktor dari dalam sekolah yang mendorong pencapaian sasaran.
Peluang adalah faktor dari luar sekolah yang mendorong pencapaian sasaran.
Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah yang menghambat pencapaian sasaran.
Ancaman adalah faktor dari luar sekolah yang menghambat pencapaian sasaran.
Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal wilayah binaan
dan sekolah yang ada. Hasil analisis
digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera
ditingkatkan mutunya.
B.
Metode yang digunakan ketika praktek supervisi
Karena penulis adalah pengawas PAI maka supervisi yang dilakukan hanya Supervisi
akademik dengan menggunkan:
1.
Model supervisi yang penulis lakukan adalah
Model Klinis
2.
Pendekatannya adalah pendekatan kolaboratif yaitu
gabungan antara pendekatan direktif dan non-direktif.
3.
Teknik yang penulis
lakukan adalah teknik Individual
BAB IV
HASIL
SUPERVISI AKADEMIK PADA SEKOLAH
DASAR SE-KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
A. Hasil Supervisi Akademik
|
NO
|
SEKOLAH SASARAN
|
HASIL SUPERVISI
|
MASALAH YANG DIHADAPI
|
PENYEBAB
|
SOLUSI
|
RENCANA TINDAK LANJUT
|
|
1
|
SDN Ciptomulyo 1
|
Perangkat pembelajaran ada yang masih lengkap, proses pembelajaran kurang
kreatif dan pengelolaan kelas kurang maksimal, sebagaian guru tidak mamapu
menggunakan media pemebelajaran IT ( Teknologi informatika ) serta media
inovasi lainnya.
|
KKM secara rata-rata kurang dari
65, dan tingkat ketercapaian kurang dari 70%
|
Guru masi merasa bahwa penggunaan laptop tidak terlalu penting untuk
media pembelajaran. terlalu bersabar sehingga siswa kurang memperhatikan,
menghormati dan menghargai guru
|
Guru harus mamapu menguasi IT dan media yang relevan dengan hal tersebut.
Guru perlu membedakan sikap kapan harus tegas, serius dan disiplin, kapan
harus bersikap sbg teman sehingga siswa memperhatikan guru
|
Guru harus kursus komputer , Perlu shering dengan sesama guru untuk
meningkatkan kompetensi dan pengelolaan kelas dalam forum KKG mini atau yang
lain
|
|
2
|
SDN Percobaan 2
|
Perangkat pembelajaran lengkap, penentuan KKM kurang dihitung teliti,
proses pembelajaran cukup baik, hasil belajar sedang
|
Kompetensi guru perlu
ditingkatkan, baik kompetensi paedagogik maupun profesional
|
Tenaga guru PAI mengalami keterbatasan kreatifitas dalam beraktifitas
|
Diupayakan guru bisa sharing dengan sesama guru PAI satu gugus, atau
menambah wawasan dengan membaca
|
Guru perlu belajar cara menentukan KKM dan menganalisis hasil belajar
sebagai upaya perbaikan pembelajaran
|
|
3
|
SDN Tanjung Rejo 1
|
Perangkat pembelajaran lengkap,
proses pembelajaran cukup baik, analisis hasil belajar kurang, hasil
belajar siswa cukup, KKM PAI rendah
|
Guru kurang mampu dalam menganalisis hasil belajar siswa
|
Guru kurang aktif pada saat pembinaan dalam KKG PAI
|
Guru aktif dalam aktifitas KKG PAI tingkat kecamatan maupun gugus
|
Perlu dukungan dan motivasi dari kepala sekolah dalam peningkatan
kompetensi
|
|
4
|
SDN Tanjung Rejo 2
|
Perangkat pembelajaran lengkap, tetapi kurang inovatif dan masih hasil
kerja KKG, proses pembelajaran cukup baik, hasil belajar siswa cukup
|
Jumlah siswa dalam rombel cukup besar, sehingga bisa menjadi kendala
dalam pengelolaan kelas
|
Jumlah ruang kelas tidak maksimalkan
|
Sekolah menerima siswa dengan jumlah ideal 24-32 siswa per rombel
|
Bila sekolah menerima siswa lebih, hendaknya ada penambahan ruang kelas
sehingga ideal
|
|
5
|
SDN Pisang Candi 4
|
Perangkat kurang lengkap, proses pembelajaran kurang inovatif, hasil
belajar cukup
|
KKM PAI masih rendah, karena Dayadukung masih rendah
|
Inovasi dan kreatifitas guru kurang, belum di maksimalkannya sarana
ibadah yang ada.
|
Perlu peningkatan kreatifitas guru dalam pembelajaran dan memaksimalkan
sarana yang ada di lingkungan sekolah
|
Meningkatkan profesionalisme guru, dan upaya untuk membangun kesadaran
Guru secara maksimal
|
B
Pembahasan Hasil
1.
Program Pembelajaran yang telah disusun baru program semester dan program tahunan yaitu program tahunan yang
masih perlu adanya penyempurnaan, sedangkan prgram semster sebagian belum tersusun dengan baik teritama legalisasi
dari kepala sekolah. Namun secara umum semua guru PAI sudah membuat perncanaan
dan program-program pembelajaran lainnya.
2.
Kepala Sekolah pada
umumnnya yang penulis observasi belum melaksanakan fungsinya sebagai supervisor
sehingga mereka tidak memiliki program supervisi kelas, tidak melaksanakan
supervisi, apalagi tindak lanjut supervisi, jika ada itupun hanya berupa
catatan bukan hasil supervisi murni,
padahal supervisi kelas itu sangat penting untuk mengetahui secara
persis kinerja guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung.
3.
Lingkungan sekolah pada
umumnya cukup baik, begitu pula kultur yang dibangun di sekolah-sekolah
tersebut, ternaga keamanan sebagian besar sekolah sudah memiliki tenaga khusus,
kebersihan dan kerindangan terus diupayakan oleh semua sekolah.
4.
Revisi Kurikulun sudah dilakukan
setiap tahun, yaitu dengan diberlkukannya kurikulum K-13 namun masih ngambang
karena kementerian pendidikan nasional sudah menarik kembali K-13 untuk
ditinjau kembali.
5.
Pada umumnya sekolah-sekolah
tersebut sudah memiliki tempat khusus tenaga administrasi, pustakawan, dan
laboratorium tetapi masih dirangkap oleh dengan ruang guru yang ada.
6.
Semua sekolah sudah berupa pengadaan ruang perpustakaan
walaupun kurang memenuhi syarat begitu pula jumlah buku yang ada dan sarana
prasarananya.
7.
Hanya sebagian kecil
sekolah yang memiliki ruang laboratorium komputer, laboratorium bahasa maupun
laboratorium IPA.
8.
Belum semua guru membuat
perangkat pembelajaran secara lengkap hal ini disebabkan kemampuan dan kemauan
guru. Ada guru yang mampu tetapi kurang mau , ada yang mau membuat tetapi
kemampuannya terbatas, ada pula yang mampu dan mau membuat perangkat
pembelajaran secara tertib dan teratur.
9.
Sebagian besar guru sudah
berusaha melakukan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM, tetapi ada sebagian
yang kurang memahami strategi tersebut, begitu pula cara membimbing siswa agar
siswa aktif, kreatif, cara membimbing siswa untuk membuat karya, dan
memajangkan hasil sebagai bentuk aktualisasi sehingga masih perlu adanya upaya
untuk peningkatan kompetensi guru.
10.
Belum semua guru memahami
teknik penilaian autentik, belum menggunakan berbagai jenis penilaian, sehingga
penilaian masih lebih banyak berupa tes.
11.
Sebagaian besar guru-guru
PAI pada sekolah-sekolah tersebut belum mampu memahami dan mengoperasikan
komputer atau Laptop sehingga penggunaan media pembelajaran yang menarik belum
mampu dilakukan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagian besar guru PAI telah membuat perangkat pembelajaran dengan
lengkap, tetapi mayoritas masih hasil dari KKG, belum dikembangkan sesuai
dengan kondisi di sekolah masing-masing.Pembelajaran PAKEM sudah dilakukan oleh
sebagian besar guru namun Masih banyak sekolah dasar yang belum memiliki sarana
ibadah, sehingga PAI khususnya sholat, mengalami kendala dalam melaksanakan
praktek di sekolah.Hasil belajar siswa sebagian sudah baik dan sebagian lain
pada posisi sedang dan yang lain masih berada pada posisi kurang, sehingga
secara rata-rata KKM masih berkisar pada 65-70, dan tingkat ketercapaian
rata-rata 75%.
B. Rekomendasi dan Saran
Pembelajaran PAKEM perlu didiskusikan lagi pada forum KKM, KKG PAI , begitu
pula tentang pengelolaan kelas, teknik membimbing siswa dan memotifasi agar
siswa dapat dikembangkan potensinya secara optimal.
Guru PAI perlu menguasai multi metode dan
strategi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Kualitas dan kegiatan KKG PAI perlu ditingkatkan, agar pendidikan Agama
Islam tidak diabaikan dan KKG PAI dapat dijadikan wadah dalam peningkatan
kompetensi guru.
Guru hendaknya
meningkatkan pemahaman dalam penilaian sehingga dalam pelaksanaan penilaian
tidak hanya dalam bentuk tes, dan dapat memilih berbagai bentuk tes sesuai
dengan KD.
LAMPIRAN
Beberapa sampel hasil supervisi akademik serta dokumentasi
kegiatan supervisi pada beberapa sekolah yaitu:
1.
SDN
Ciptomulyo 1
2.
SDN
Percobaan 2
3.
SDN
Tanjungrejo 1
4.
SDN
Tanjungrejo 2
5.
SDN
Pisang Candi 4
1.
Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada
SDN Ciptomulyo 1
a.
Kegiatan supervise administrasi
b. Supervisi Kunjungan Kelas
Proses Pembelajaran oleh Pak Idris, S.Ag. mengajar PAI
pada Kelas IV
Salah satu proses pembelajaran dengan materi tentang
Taharah ( bersuci ) simulasi wudhu.
Pada kelas IV SDN Ciptomulyo 1 Kec.Sukun Kota Malang
Proses pembelajaran yang
dilakukan oleh Ibu Yunani,S.Pd.I, guru PAI kelas II a. materi tentang
Akhlak mulia dan terpuji.
2.
Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada
SDN Percobaan 2
a.
Kegiatan supervise administari
Penilaian
dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu Suharyani, S.Pd.I
b.
Supervisi Kunjungan Kelas
Suasana
pemebalajaran PAI pada kelas IV yang lakukan oleh Ibu Suharyani, S.Pd.I
c.
Suasana pembinaan yang dilakukan oleh pengawas
pamong Drs.Muniron,M.A
Kepada
Guru PAI yang PNS dan Guru PAI Honorer di ruang Kepala Sekolah
3.
Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada
SDN Tanjung Rejo 1
a.
Kegiatan supervise administari
Penilaian
dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu Hari Setyaningsih, S.Pd.I
b.
Supervisi Kelas
Kegiatan
Pembelajaran PAI pada Kelas VI oleh Ibu Hari Setyaningsih, S.Pd.I
4.
Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada
SDN Tanjung Rejo 2
a.
Kegiatan supervisi administari
Penilaian
dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu Siti
Masithoh, S.Pd.I
b.
Supervisi Kelas
Kegiatan
Pembelajaran PAI pada Kelas V oleh Ibu Siti Masithoh, S.Pd.I
5.
Dokumentasi Kegiatan Supervisi Akademik pada
SDN Pisang Candi 4
a.
Kegiatan supervise administari
Penilaian
dan proses pemeriksaan dokumen dan perangkat mengajar lainnya kepada Ibu Nur
Asniati, S.Pd.I
b.
Supervisi Kelas
Kegiatan
Pembelajaran PAI pada Kelas 1 oleh Ibu Nur Asniati , S.Pd.I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar