Rabu, 06 April 2016

KEPEMIMPINAN

OLEH

SANUSI HAMZAH AL-YASIN

I. PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Kepemimpinan dan organisasi merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Istilah kepemimpinan sesungguhnya telah lama menjadi bahan perbincangan oleh banyak orang ilmuam dan praktisi. Kepemimpinan acapkali diasosiasikan dengan orang-orang yang dinamis dan kuat yang memimpin bala tentara, mrngendalikan perusahaan besar, atau menentukan arah suatu bangsa dan masyarakat.
          Untuk menunjukan berapa pentingnya kepemimpinan dan betapa manusia membutuhkannya, sampai ada pendapat yang keras mengatakan bahwa dunia atau umat manusia di dunia ini pada hakekatnya hanya ditentukan oleh beberapa orang saja, yakni berstatus sebagai pemimpin. Dalam organisasi kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk memeberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tanpa Pemimpin atau bimbingan, hubungan antara tujuan perseorangan atau tujuan organisasi mungkin menjadi renggang.
          Oleh karena itu, Kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses. Terlebih lagi pekerja-pekerja yang baik selalu ingin tahu bagaimana mereka dapat menyumbang dalam pencapaian tujuan organisas, dan paling tidak gairah para pekerja memerlukan kepemimpinan sebagai dasar motivasi eksternal untuk menjaga tujuan-tujuan mereka tetap harmonis dengan tujuan organisasi. Ciri dan sifat kepemimpinan adalah Kepemimpinan yang efektif yaitu kemampuan seseorang pemimpin untuk mempengaruhi atau memotivasi (bawahan) untuk bisa bekerja dengan benar dan baik, sehingga tujuan bisa dicapai sesuai dengan perencanaan.
          Untuk memahami beberapa hal tentang kepemimpinan dalam makalah ini dibahas beberapa hakekat kpemimpinan, teori kepemimpinan, bagaimana menjadi pemimpin sejati, dan hubungan pemimpin dalam kearifan lokal.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana Defenisi Pemimpin dan Kepemimpin?
2.      Adakah teori sebab-miusabab munculnya Pemimpin ?
3.      Adakah teori tipe dan gaya Kepemimpinan?
4.      Bagaiaman sifat-sifat  Kepemimpinan seseorang agar menjadi sukses?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui defenisi Pemimpin dan Kepemimpinan
2.      Untuk mengetahui teori  Sebab-musabab munculnya Pemimpin
3.      untuk mengetahui teori tipe dan gaya Kepemimpinan
4.      untuk mengetahui sifat-sifat Kepemimpinan saeseorang agar menjadi sukses

II. PEMBAHASAN
A.    Defenisi Pemimpin dan Kepemimpinan
Kepemimpinan selalu menjadi objek pembicaraan yang menarik sepanjang sejarah manusia di manapun. Hal ini antara lain disebabkan betapa besarnya pengaruh seorang pemimpin baik dalam satu kelompok masyarakat, dalam sebuah organisasi atau negara bahkan dunia. Betapa besarnya pengaruh seorang pemimpin, lihat saja misalnya Presiden Amerika Serikat George Bush, disebabkan keputusannya, ribuan nyawa manusia hilang dengan sia-sia di Irak. Kita pernah mendengar kisah pemimpin yang arif bijaksana, otoriter sampai pemimpin yang kejam
Selanjutnya, untuk memberikan pemahaman secara mendalam tentang pengertian Pemimpin dan kepemimpinan berikut ditulis berbagai pendapat sebagai berikut:
1.      James J Cribin mengatakan kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh konsensus dan keterikatan pada sasaran bersama, melalalu syara-syarat organisasi, yang dicacpai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja.[1]
2.      Miftah Thoha mendefinisikan kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.[2]
3.  James A.F Stoner mengatakan bahwa kepemimpinan manajerial adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh kepada kegiatan – kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugassnya.[3]
4.  Chung dan Megginson mengatakan bahwa Kepemimpinan adalah kesanggupan mempengaruhi perilaku orang lain dalam suatu arah tertentu.[4]
5. Pengertian pemimpin menurut Suradinata adalah orang yang memimpin dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[5]
6. Menurut Winardi (1990:32) bahwa pemimpin terdiri dari pemimpin formal (formal leader) dan pemimpin informal (informal leader). Pemimpin formal adalah seorang (pria atau wanita) yang oleh organisasi tertentu (swasta atau pemerintah) ditunjuk (berdasarkan surat-surat keputusan pengangkatan dari organisasi yang bersangkutan) untuk memangku sesuatu jabatan dalam struktur organisasi yang ada dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut yang ditetapkan sejak semula. Sedangkan kepemimpinan adalah merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seorang yang memimpin yang tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern.[6]
7.  Siagian berpendapat bahwa kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain, baik yang kedudukannya lebih tinggi maupun lebih rendah daripadanya dalam berfikir dan bertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik dan egosentrik berubah menjadi perilaku organisasional.[7]
8. Horsey dan Blacharrd mengemukakan bahwa kepemimpin adalah hasil dari tuntutan-tuntutan situasional. Factor-faktor situasional lebih menentukan siapa yang akan muncul sebagai seorang pemimpin daripada warisan genetic atau sifat yang dimiliki seseorang.[8]
9. Mintzberg mengemukan bahwa, kepemimpinan adalah kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif.   Para pengembang teori transformasional melihat bahwa pemimipin memiliki tugas menyelaraskan, menciptakan, dan memberdayakan.[9]

B.        Teori Sebab- Musabab Munculnya Pemimpin
Beberapa literature yanag membahas tenang teori kepemimpinan pada prinsipnya sama, yakni: ada empat asumsi dasar dalam teori tersebut yang berusaha menenerangkan factor yang memungkinkan munculnya kepemimpinan dan sifat dari kepemimpinan. Pertama, ada teori yang berasumsi bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan dibuat, Kedua, ada teori yang berasumsi bahwa pemimpin ada (timbul) karena situasinya memungkinkan ia ada. Ketiga, ada teori yang berasumsi bahwa kepemimpinan itu terjadi karena adanya kelompok orang-orang, dalam melakukan pertukaran dengan yang dipimpin. Keempat, ada pula teori yang berasumsi bahwa kepemimpinan itu dapat dilihat lewat perilaku organisasi.[10]
            Untuk memberikan gambaran secara rinci tentang teori-teori kepemimpinan, berikut dikutipkan beberapa pendapat sebagai berikut:
1.      Teori Sifat (Traits Theory)
     Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu memerlukan serangkaian sifat-sifat, cirri-ciri atau perangai tertentu yang menjamin keberhasilan pada setiap situasi. Seorang pemimpin akan berhasil apabila memiliki sifat-sifat, ciri-ciri perangai tersebut. Teori ini berkesimpulan bahwa kepemimpinan “orang besar” didasarkan ada sifat-sifat yang di bawa sejak lahir, jadi merupakan suatu yang diwariskan. Itulah sebabnya teori ini dikenal sebagai “teori genetis”. Artinya, pemimpin-pemimpin adalah dilahirkan dan dibentuk.
2.      Teori Lingkungan (Environmental Theory)
                  Teori ini berasumsi bahwa munculnya pemimpin-pemimpin itu merupakan hasil dari waktu, tempat, dan keadaan atau situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi tertentu melahirkan tantangan-tantangan tertentu. Dan dengan sendirinya diperlikan orang-orang yang memiliki sifat-sifat atau cirri-ciri tertentu yang cocok. Kebangkitan dan kejatuhan seorang pemimpin dixebabkan oleh situasi dan kondisi. Sejalan dengan teori ini adalah teori social, yang menyatakan bahwa pemimpin-pemipin dibentuk bukannya dilahirkan (leader are made not born).. seseorang akan muncul sebagai pemimpin jika ia berada dalam lingkungan social, yaitu sustu kehidupan kelompok, dan memanfaatkan situasi dan kondisi social untuk bertindak dan berkarya mengatasi masalah-masalah social yang timbul.
3.      Teori Pribadi dan Situasi (Personal situation Theory)
Teori ini berasumsi bahwa kepemimpinan merupakan produk dari terkaitnya tiga factor yaitu:

a.       Perangai (sifat-sifat) pribadi dari pemimpin.
b.      Sifat dari kelompok dan anggota-anggotanya.
c.       Kejadian-kejadian (atau masalah-masalah) yang dihadapi oleh kelompok.
Penganut teori ini ada yang menyatakan bahwa: studi tentang kepemimpinan harus berkenaan dengan status, interaksi, persepsi dan perilaku individu-individu dalam hubungan dengan anggota-anggotanya lain dari kelompok yang terorganisasi. Pemimpin harus mengenal dirinya (dalam arti sifat-sifatnya, mengenal kelompok yang dipimpin, mengenla situasi dan kondisi) untuk selanjutnya mengembangkan sifat-sifatnya sendiri kearah yang sesuai dengan kelompok yang dipimpinnya dan sesuai pula dengan situasi dan kondisi dimana ia memimpin.

C.    Tipe  dan  Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan seseorang sangat mempengaruhi kemampuan dan keberhasilannya dalam memimpin, karena setiap pemimipin memiliki model dan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Oleh kerena itu di bawah ini penulis akan mengemukakan beberapa model dan gaya kepemimpinan yang dikutip dari beberapa literatur.
1.      Kartini kartono membagi tipe kepemimpinan menjadi delapan.[11] Yaitu:
a.       Tipe karismatis                            e. Tipe paternalistis dan maternalistis
b.      Tipe militeristis                           f. Tipe laisser faire
c.       Tipe populistis                             g. Tipe administrative
d.      Tipe demokratis ( group developer )
2.      John Maxwell  pernah mengatakan  ” The only way that I can keep leading is to keep growing. The  day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tsb.
3.      Selanjutnya menurut  Ishak Arep dan Tanjung  menyatakan  bahwa dalam mencapai tujuannya seorang pemimipin, yakni untuk dapat menguasai atau mempengaruhi serta memotivasi orang lain, maka dalam penerapan Manajemen SDM lazimnya digunakan 4(empat) macam gaya kepemimpinan.[12]yaitu:
a.       Democratic Leadership  adalah suatau gaya kepemimpinan yang menitikberatkan kepada kemampuan untuk menciptakan moral dan kemampuan untuk menciptakan kepercayaan 
b.      Dictatorial atau Autocratic Leadership, yakni suatu gaya leadership yang menitikberatkan kepada kesanggupan untuk memaksakan keinginannya yang mampu mengumpulkan pengikut-pengikutnya untuk kepentingan pribadinya dan/atau golongannya dengan kesediaan untuk menerima segala resiko apapun.
c.       Paternalistic Leadership, yakni bentuk antara gaya pertama (democratic) dan kedua (dictatorial) diatas. Yang pada dasarnya kehendak pemimpin juga harus berlaku, namun dengan jalan atau melalui unsur-unsur demokratis. Sistem dapat diibaratkan diktator yang berselimutkan demokratis. 
d.      Free Rein Leadership, yakni salah satu gaya kepemimpinan yang 100% menyerahkan sepenuhnya seluruh kebijakan pengoperasian Manajemen Sumber Daya Manusia kepada bawahannya dengan hanya berpegang kepeda ketentuan-ketentuan pokok yang ditetapkan oleh atasan mereka. Pimpinan disini hanya sekedar mengawasi dari atas dan menerima laporan kebijaksanaan pengoperasian yang telah dilaksanakan oleh bawahannya. Gaya kepemimpinan ini terutama diterapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
4.      W. J. Reddin dalam What Kind of Manager   mengemukakan  bahwa gaya kepemimpinan meliputi:[13]
a.       Berorientasikan tugas (task orientation
b.      Berorientasikan hubungan kerja (relationship orientation
c.       Berorientasikan hasil yang efektif (effective orientation
Berdasarkan ketiga orientasi tipe pemimpin tersebut maka terdapat delapan tipe kepemimpinan,yaitu:
1)  Tipe Deserter (Pembelot) Sifatnya : bermoral rendah, tidak memiliki rasa keterlibatan, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas dan kekuatan, sukar diramalkan. 
2) Tipe Birokrat Sifatnya : correct, kaku, patuh pada peraturan dan norma-norma; ia adalah manusia organisasi yang tepat, cermat, berdisiplin, dan keras. 
3) Tipe Misionaris (Missionary) Sifatnya : terbuka, penolong, lembut   hati, ramah tamah. 
4) Tipe Developer (Pembangun) Sifatnya : kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan. 
5) Tipe Otokrat Sifatnya : keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong. Bandel. 
6) Benevolent Autocrat (otokrat yang bijak) Sifatnya : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri. 
7) Tipe Compromiser (kompromis) Sifatnya : plintat plintut, selalu mengikuti angin tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek dan sempit. 
8) Tipe Eksekutif Sifatnya : bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.

D. Sifat- sifat Pemimpin agar menjadi Sukses.
Upaya menilai sukses atau gagalnya pemimpin itu antara lain dilakukan dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas/mutu perilakunya. Usaha-usaha yang sistematis tersebut membuahkan teori yang disebut sebagai the traitist theory of leadership ( teori sifat/kesifatan dari kepemimpinan ). Di anatara penganut teori ini dapat kita sebutkan yaitu Ordway Tead dan George R. Terry.
            Ordway Tead dalam tulisannya mengemukakan 10 sifat yaitu:[14]
1.      Energy jasmaniah dan mental ( physical and nervous energy )
2.      Kesadaran akan tujuan dan arah ( A sense of purpose and direction )
3.      Antusiasme ( anthusiasm ; semnagat, kegairahan, kegembiraan yang besar)
4.      Keramahan dan kecintaan (friendliness and affection )
5.      Integritas ( integrity, keutuhan, kejujuran, ketulusan hati )
6.      Penguasaan teknis (technical mastery )
7.      Ketegasan dalam mengambil keputusan (decisiveness )
8.      Kecerdasan ( intelligence)
9.      Keterampilan menganjar ( teaching skill )
10.  Kepercayaan (faith)
Selanjutnya, George R.Terry dalam bukunya “ Principles of Management” 1994 menuliskan sepuluh sifat pemimpin yang unggul, yaitu:
1)      Kekuatan
2)      Stabilitas emosi
3)      Pengetahuan tentang relasi insani
4)      Kejujuran
5)      Objektif
6)      Dorongan pribadi
7)      Keterampilan berkomunikasi
8)      Kemampuan mengajar
9)      Keterampilan social   10). Kecakapan teknis
III. PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

B.     Saran
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.








DAFTAR RUJUKAN


Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. Manajemen Motivasi, Jakarta : PT.Gramedia Widiasarana Indonesia, 2003. 
Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpina, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1998.
………………. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan Abnormal Itu? , Jakarta: Rajawali Pers, 2011.
Siagian, S. P. Administrasi Pembangunan, Jakarta: Gunung Agung, 1992. 
Suradinata, Ermaya. Psikologi Kepegawaian dan Peranan Pimpinan Dalam Motivasi Kerja , Bandung : CV Ramadan, 1995. 
Winardi. Kepemimpinan Dalam Manajemen, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1990.










[1] Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan
Abnormal Itu,1998 ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ), hlm. 18 
[2] Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. Manajemen Motivasi. 2003 (  Jakarta : Penerbit PT.Gramedia Widiasarana Indonesia ) hlm. 23
[3] Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. hlm. 24
[4] Suradinata, Ermaya. Psikologi Kepegawaian dan Peranan Pimpinan Dalam Motivasi Kerja 1997, ( CV. Ramadan ), hlm. 11 
[5] Suradinata, Ermaya. Hlm. 12
[6] Winardi. Kepemimpinan Dalam Manajemen, 1990 ( Jakarta : PT. Rineka Cipta ), hlm. 32
[7] Siagian, S. P.  Administrasi Pembangunan. 1986 ( Jakarta : Gunung Agung ), hlm. 12
[8] Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam, 1997 ( Jakarta: Logos Wacana Ilmu ), hlm.17
[9] Muhaimin Dkk. Manajemen Pendidikan Aplikasinya Dalam Penyususnan Rencana Pengembanagan Sekolah/ Madrasah, 2009 (. Jakarta: Persada ), hlm. 17

[10] Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan
Abnormal Itu, 2008 ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ), hlm. 19 

[11] Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan
Abnormal Itu, 2008 ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ), hlm. 80-1 
[12] Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. Manajemen Motivasi. 2003 (  Jakarta : Penerbit PT.Gramedia Widiasarana Indonesia ) hlm. 23

[13] Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan
Abnormal Itu, 2011 ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ), hlm. 35 

[14] Kartono, Kartini. Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan
Abnormal Itu, 2011 ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ), hlm. 44 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar