PENYUSUNAN PROPOSAL TESIS PENELITIAN KUALITATIF
OLEH
SANUSI HAMZAH
AL-YASIN
A.
PENDAHULAUAN
1.
Latar Belakang
Tujuan penelitian akan
tercapai dengan baik, kalau digunakan manajemen penelitian yang professional.
Manajemen yang professional adalah manajemen yang cerdas, yaitu manajemen yang
mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten dan
berkesenambungan dalam mengelola sumber daya untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen yang cerdas adalah
manajemen yang bekerjanya berdasrkan
keilmuan. Selanjutnya fungsi manajemen secara umum adalah Perencanaan ( Planning
), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating),
dan Pengendalian (Controling) atau
Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian.[1]
Sumber daya yang di kelola adalah 7M, yaitu Man ( orang), Money (nuang),
Materials ( bahan-bahan), Methods (metode) Machines ( alat-alat), Minute (
waktu) dan Market ( pasar).[2]
Penelitian yang baik, juga memerlukan
manajemen yang profesional, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai secara
efektif dan efisien. Efektif menunjukkan derajad pencapaian tujuan, sedangkan
efisien menunjukkan optimasi penggunaan sumber daya. Jadi penelitian yang
efektif adalah penelitian yang dapat mencapai tujuan yang diharapkan pada
gradasi yang tinggi, sedangkan penelitian yang efisien adalah penelitian yang
paling sedikit menggunakan sumber daya (7M).
Tahap awal dari manajemen penelitian adalah
membuat perencanaan penelitian, atau yang sering disebut dengan proposal
penelitian. Jadi proposal penelitian adalah merupakan perencaan penelitian,
yang berisi langkah-langkah sistematis dan rasioanal yang ditetapkan oleh
peneliti sehingga dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan dan
mengendalikan penelitian.[3] Setiap
penelitian, baik penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, maupun
kualitatif perlu direncakan dalam bentuk proposal penelitian. Dengan membuat
proposal, ini berarti peneliti telah melaksanakan salah satu fungsi manajemen
penelitian yaitu membuat perencanaan. Karena terdapat perbedaan mendasar antara
penelitian kuantitatif dan kualitatif, maka proposal antara metode kuantitatif
dengan kualitatif juga berbeda. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah
terletak pada aksioma, proses penelitian, dan karakteristiknya.
Dalam penelitian kualitatif realitas dipandang
sesuatu holistik, kompleks, dinamis, penuh makna, dan pola fikir induktif,
sehingga permasalahan belum jelas, maka proposal penelitian kualitatif yang
dibuat masih sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek
penelitian/ situasi sosial.[4]
Jadi perbedaan utama antara proposal
yang menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif adalah terletak pada, yang
kuantitatif prosalnya spesifik dan sudah baku sedangkan proposal kualitatif
masih bersifat umum dan sementara.[5] Oleh
karena begitu jauh dan tajamnya perbedaan anatara kedua jenis metode penulisan
proposal ini maka penulis sedikit ingin membahas salah satu di antaranya yaitu
“ Penulisan Proposal Tesis Kualitatif”
2.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang di
paparkan di atas maka dapat penulis rumuskan sebagai berikut :
a. Apa saja lingkup penelitian kualitatif
b. Apa komponen dan sitimatika cara penulisan proposal penelitian kualitatif
3.
Tujuan
Pembahasan
a.
Untuk mengetahui apa saja lingkup penelitian kulitatif
b.
Untuk mengetahui komponen dan sistimatika cara penulisan proposal penelitian kualitatif
B.
PEMBAHASAN
1.
Lingkup
Penelitian Kualitatif
Sebelum peneliti membuat proposal penelitian
dengan metode kualitatif, maka terlebih dahulu harus diketahui lingkup
penelitian kualitatif. Lingkup ini berkenaan dengan permasalahan yang cocok
diteliti dengan metode kualitatif serta scope konteks sosial yang diteliti.
Berikut adalah lingkup penelitian kulaitatfi menurut sugiono.[6]
a. Bila masalah penelitian belum jelas, masih
remang-remang atau mungkin malah gelap. Kondisi semacam ini cocok diteliti dengan metode kualitatif,
karena penelitian kualitatif akan langsung masuk ke objek, melakukan
penjelajahan dengan grant tour question, sehingga masalah akan dapat
ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian model ini, peneliti akan melakukan
eksplorasi terhadap suatu objek. Ibarat orang akan mencari sumber minyak,
tambang emas dan lain-lain.
b. Bila ingin memahami makna di balik data yang
tampak. Gejala sosial sering tidak bisa difahami berdasarkan apa yang diucapkan
dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunyai makna
tertentu. Sebagai contoh orang yang menangis, tertawa, cemberut, mengedipkan
mata, memiliki makna tertentu. Sering terjadi, menurut penelitian kuantitatif
benar, tetapi justru menjadi tanya
menurut penelitian kualitatif. Data untuk mencari makna dari setiap
perbuatan yang mengandung misteri atau
tanda tanya hanya cocok diteliti dengan
metode kulitatif, dengan teknik wawancara mendalam, observasi berperan serta
dan dokumentasi.
c. Untuk memahami interaksi sosial dan memahami perasaan orang lain. Kedua persoalan
ini hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan cara ikut beroperan
serta, wawancara mendalam terhadap iteraksi sosial tersbut. Sedangkan wawancara
mendalam dan observasi ikut berperan serta untuk ikut merasakan apa yang
dirasakan orang tersebut.
d. Untuk mengembangkan teori, untuk memastikan
kebenaran data juga menjadi lingkup penelitian dengan metode kualitatif
e. Penelitian sejarah perkembangan. Sejarah
perkembangan kehidupan seorang tokoh atau masyarakat akan dapat dilacak melalui
metode kualitatif. Dengan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku
atau orang yang dipandang tahu akan sejarah perkembangan kehidupan seseorang. Masih
banyak lagi jenis masalah yang cocok diteliti dengan menggunakan metode
penelitian kualitatif.[7]
2.
Komponen dan
Sitematika Cara Penulisan Proposal Penelitian Kualitatif
Komponen dan sistematika dalam proposal
penelitian kualitatif, tidak terlalu banyak perbedaanya dengan komponen
proposal penelitian kuantitatif yang
berbedan hanya pada, proposal penelitian kuantitatif sifatnya sudah baku sedangkan
proposal penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang
setelah peneliti berada di lapangan. Setelah di lapangan mungkin masalah,
fokus, teori, teknik pengumpulan data, analisis data, bahkan judul penelitian
bisa berubah.
Komponen dalam proposal penelitian tersebut
secara garis besarnya terdiri atas, pendahuluan, landasan teori, metode
penelitan, jadwal penelitian, organisasi penelitian, biaya penelitian.[8]
Format dan komponen penulisan proposal penelitian kualitatif memiliki
bagian awal yang sama dengan proposal penelitian kuantitatif.
Perbedaan antara proposal penelitian kuantitatif dengan kualitatif terletak
pada bagian inti sesuai dengan kebutuhan
penulisan proposal kualitatif. [9]
FORMAT DAN SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
Bagian
Awal
1.
Halaman Sampul
( Cover ) memuat;
(a)
Tulisan “
Proposal Penelitian”
(b)
Judul Penelitian
(c)
Nama mahasiswa,
ditulis lengkap ( tanpa tulisan ; oleh, gelar),
(d)
Nomor induk
mahasiswa
(e)
Nama dosen
pembimbing
(f)
Nomor identitas
pegawai ( NIP) dosen
(g)
Nama lengkap
lembaga: ( contoh ), Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim.
(h)
Tahun ajaran.
2.
Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
Walaupun dalam
penelitian kualitatif, masalah ini bersifat sementara, namun perlu
dikemukakan dalam proposal penelitian. Masalah
merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, penyimpangan
antara teori dengan praktek, penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan,
penyimpangan antara tujuan dengan hasil yang dicapai, dan penyimpangan antara
pengalaman masa lampau dengan yang terjadi.
Dalam konteks
penelitian ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi
selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan, teori,
pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah.
Masalah perlu dikemukakan dalam bentuk data awal baik melalui pengamatan atau
wawancara pada pra penelitian atau studi pendahuluan, dokumentasi laporan
penelitian, atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media baik
media cetak maupun media cetak ataupun eletronik. Jadi isi dari konteks masalah
adalah jawaban atas pertanyaan, mengapa perlu dilakukan penelitian. [10]
B. Fokus Penelitian
Kalau dalam penelitian kuantitatif, fokus penelitian
biasanya sebagai batasan masalah. Karena
adanya keterbatasan, baik tenaga, dana dan batas waktu dan supaya hasil
penelitian lebih terfokus, maka peneliti tidak akan melakukan penelitian
terhadap keseluruhan yang ada pada objek atau situasi sosial tertentu, tetapi
perlu menentukan fokus.
Pada penelitian kualitatif, penentuan fokus berdasarkan
hasil studi pendahuluan, pengalaman, referensi dan di sarankan oleh pembimbing
atau orang yang dipandang ahli. Fokus dalam penelitian kualitatif juga masih
bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti di lapangan.[11]
C. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian adalah untuk
menemukan, mengembangkan dan membuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus
tujuan penelitian kualitatif untuk menemukan. Menemukan berarti sebelumnya
belum pernah ada atau belum diketahui.
Tujuan penelitian dalam proposal penelitian
kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti
berada di lapangan. Dalam proposal penelitian kaulitatif, tujuan penelitian
masih terkait dengan fokus penelitian, yaitu untuk mengetahui segala sesuatu
setelah fokus penelitian terjawab melalui pengumpulan data.
D. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat.
Manfaat tersebut bisa bersifat teoritis, dan praktis. Untuk penelitian
kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis, yaitu untuk
pengembangan ilmu, namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan
masalah. Bila peneliti kualitatif dapat menemukan mengendalikan suatu gejala.
E.
Orisinalitas
Penelitian
Bagian ini menyajikan pebedaan dan persamaan bidang
kajian yang diteliti antara peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Hal
demikian diperlukan untuk menghindari adanya pengulangan kajian terhadap
hal-hal yang sama. Dengan demikian akan diketahui sisi-sisi apa saja yang
membedakan antara penelitian kita dengan penelitian-penelitian terdahulu. Dalam
bagian ini akan lebih mudah dipahami, jika peneliti menyajikan dalam bentuk
tabel.[12]
F.
Defenisi
Istilah
Definisi istilah merupakan penjelasan atas konsep atau
variabel penelitian yang ada dalam judul penelitian. Konsep atau variabel
penelitian merupakan dasar pemikiran peneliti yang akan dikomunikasikan kepada
para pembaca atau orang lain. Peneliti harus merumuskan konsep atau variabel
penelitian dengan baik agar hasilnya dapat dimengerti oleh pembaca atau orang
lain dan memungkinkan untuk direplikasi oleh calon peneliti berikutnya.
Definisi istilah digunakan untuk menjelaskan istilah atau konsep-konsep yang
ada dalam judul penelitian atau istilah dalam fokus penelitian yang menggunakan
pendekatan kualitatif. Istilah atau konsep yang dijelaskan adalah istilah atau
konsep yang dirasakan akan memberikan penafsiran berbeda dari para pembaca.
Oleh sebab itu penjelasan atau defenisi dari konsep atau istilah diberikan oleh
peneliti sendiri bukan merupakan hasil kutipan dari pakar atau ahli.[13]
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Landasan
Teoritik
Landasan teori berisi tentang pembahasan teori
yang digunakan sebagai dasar untuk mengkaji atau menganalisis masalah
penelitian. Landasan teori memuat deskripsi teoretik, penelitiann yang relevan,
dan kerangka berpikir. Kristalisasi teori dapat berupa defenisi atau proposisi
yang menyajikan pandangan tentang fokus penelitian yang disusun secara
sitematis dengan tujuan untuk memberikan eksplanasi dan prediksi mengenai suatu
fenomena. Teori dalam penelitian kualitatif berfungsi sebagai pisau analisis
data.
B.
Kajian Teori
Dalam Prespektif Islam
Pada sub bab ini mengkaji variabel-variabel
penelitian dalam sudut pandang Islam atau dalam prespektif Islam. Kajian dapat
bersumber dari Al-qur’an, Hadits, kitab-kitab hasil karya ilmuan Islam atau
referensi-referensi yang berperspektif Islam.
C. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir menggambarkan alur pikir peneliti yang
dimaksudkan untuk menyusun reka pemecahan masalah (jawaban pertanyaan
penelitian) berdasarkan teori yang dikaji. Kerangka berpikir memuat unsur-unsur
berikut.
1. Penjelasan variabel yang diteliti,
2. Menjelaskan keterkaitan antar variabel yang
diteliti dan teori yang mendasarinya,
3. Kerangka berpikir disajikan dalam bentuk
gambar atau bagan.
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam bagian ini peneliti menjelaskan pemilihan pendekatan
kualitatif serta alasannya. Penjelasan tersebut perlu juga mencantumkan
landasan berpikir secara teoritik untuk memahami makna dan gejala-gejala dari
fenomena yang akan diteliti. Misalnya fenomenologis, interaksi simbolis,
kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutika). Dalam bagian ini
peneliti juga perlu menjelaskan jenis penelitian, seperti etnografis, studi
kasus, grounded theory, interaktif, ekologis atau partisipatoris.
B. Kehadiran Peneliti
Dalam penlitian kualitatif peneliti merupakan insturmen
kunci sekaligus pengumpul data. Oleh karena itu kehadiran peneliti menjadi
bagian yang mutlak. Pada bagian ini perlu dijelaskan kehadiran peneliti sebagai
pengamat penuh, pengamat partisipan atau partisipan. sekaligus menjelaskan
apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya oleh subjek atau tidak.
C. Latar Penelitian
Latar penelitian berisi penjelasan tentang lokasi,
rentang waktu, dan atau subjek penelitian. Peneliti perlu menjelaskan alasan
memilih lokasi, rentang waktu dan atau subjek penelitian. Misalnya penelitian dilakukan di sekolah, perusahaan, di lembaga
pemerintahan, di jalan, di rumah dan lain-lain
D. Data dan sumber Data Penelitian
Dalam penelitian kualitatif jumlah data terdiri atas data
primer dan data sekunder. Wujud data berupa informasi lisan, tulisan, aktivitas
dan kebandaan. Data dapat bersumber dari informan, arsip, dokumen, kenyataan
yang berproses dan artefak. Peneliti perlu menjelaskan alasan menggunakan data
dan sumber data yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif sampel sumber data dipilih secara purposive
dan bersifat snowball sampling. Penentuan sampel sumber data masih
bersifat sementara, dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan.
Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang
memiliki power dan otoritas pada situasi social atau objek yang diteliti,
sehingga mampu” membukakan pintu” kemana saja peneliti akan melakukan
pengumpulan data. Sanafiah faisal mengutip pendapat Spradley mengatakan bahwa
sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi
kriteria sebagai berikut. [14]
1)
Mereka yang
menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu
itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayatinya.
2)
Mereka yang tergolong
masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti
3)
Mereka yang
mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi
4)
Mereka yang
tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri
5)
Mereka yang
pada mulanya tergolong “ cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih
menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
E.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data berisi tentang cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan
data, misalnya, wawancara, observasi, studi dokumen. Peneliti perlu menjelaskan
alasan menggunakan teknik pengumpulan data penelitian. Dalam penelitian
kualitatif teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi participant,
wawancara mendalam, studi dokumentasi dan gabungan ketiganya atau trianggulasi.
Perlu dikemukakn kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi, maka perlu
dikemukakan apa yang diobservasi, kalau wawancara, kepada siapa akan melakukan
wawancara.
F.
Teknik Analisa
Data
Dalam
penelitian kualitatif, teknik analisa data lebih banyak dilakukan bersamaan
dengan pengumpulan data. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahapan
memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour quation, analisi
datanya dengan analisis domain. Tahap kedua menentukan focus, teknik
pengumpulan data dengan minitour question, analisis data dilakukan
dengan analisis taksonomi. Selanjutnya pada tahap selection, pertanyaan yang
digunakan adalah pertanyaan structural, analisis data dengan analisis komponensial.
Setelah itu dilanjutkan dengan analisis tema. Jadi analisis data kualitatif
menurut Miles dan Huberman dilakukan secara interaktif melalui proses data
reduction, data display dan verification.[15]
G. Pengecekan Keabsahan Data
Dalam proposal
perlu dikemukakan rencana Uji keabsahan data yang akan dilakukan. Uji keabsahan
data meliputi uji kredibilitas data ( validitas Internal), uji depenabilitas (
reliabilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi),
dan uji konfirmabilitas (obyektifitas). Namun yang paling utama adalah uji
kredibilitas data. Uji kredibilitas dilakukan dengan : perpanjangan pengamatan,
meningkatkan ketekunan, trianggulasi, diskusi dengan teman sejawat, member
check, dan analisi kasus negative.
3.
Bagian Akhir
DAFTAR PUSTAKA
Pada bagian Daftar Pustaka memuat tentang semua referensi
dan sumber bacaan yang relevan dengan masalah penelitian dan disusun dengan
kaidah penulisan Daftar Pustaka yang digunakan pada penulisan proposal atau
tulisan ilmiah lainnya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN. [16]
Lampiran memuat tentang hal-hal lain yang tidak termuat dalam penulisan
proposal misalanya lampiran jadwal dan anggaran biaya penelitian dan lain-lain.
C.
PENUTUP
Penulisan makalah ini menurut penulis tentu
bukan satu-satunya sumber yang baku dalam penulisan proposal penelitian
kualitatif oleh karena makalah ini isinya masih jauh dari kesempurnaan, namun
jika pembaca merasa makalah ini cukup bermanfaat sebagai salah satu sumber
inspirasi penulisan proposal penelitian maka setiap ada kata dan kalimat yang
belum sempurna dalam penulisan ini penulis dengan lapang dada menerima masukan
yang berharga itu
DAFTAR
RUJUKAN
Ahmadi,Rulam, Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif, Risearch and Training
Center , ( Malang ; Universitas Negeri Malang
Press), 2014
Bakri,Masykuri dan Ibrahim Bafadal
dalam Metode Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis ed. Masykuri
Bakri , 2013
Ghony, M.Djunaidi &
Almansur, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jogjakrta : Ar-Ruzz
Media),2014
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung
: CV. Alvabeta), 2014
Solichin Abdul Wahab, Metode
Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis
Masykuri
Bakri ,2013.
Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,( Malang:
Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), 2015
[1] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014
(Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 133
[2] Sugiyono , hlm, 133
[3] Sugiyono, hlm, 134
[4] Sugiyono, Memahami Penelitian
Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 134
[5] Sugiyono, hlm. 134
[6] Sugiyono, Memahami Penelitian
Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 135
[7]
Sugiyono, Memahami Penelitian
Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 136
[8]
Sugiyono, hlm. 139
[9]
Team Penyusun Pedoman Penulisan
Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin),
hlm.5
[11]
Sugiyono, hlm. 141
[12]
Team Penyusun Pedoman Penulisan
Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin),
hlm.32-3
[13]
Team Penyusun Pedoman Penulisan
Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin),
hlm.33
[16]
Team Penyusun Pedoman Penulisan
Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin),
hlm.5-6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar