Rabu, 06 April 2016

PENYUSUNAN  PROPOSAL  TESIS  PENELITIAN  KUALITATIF


OLEH


SANUSI HAMZAH AL-YASIN

A.    PENDAHULAUAN
1.      Latar Belakang
Tujuan  penelitian akan tercapai dengan baik, kalau digunakan manajemen penelitian yang professional. Manajemen yang professional adalah manajemen yang cerdas, yaitu manajemen yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten dan berkesenambungan  dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen yang cerdas adalah manajemen yang bekerjanya berdasrkan  keilmuan. Selanjutnya fungsi manajemen secara umum adalah Perencanaan ( Planning ), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating), dan Pengendalian (Controling) atau  Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian.[1] Sumber daya yang di kelola adalah 7M, yaitu Man ( orang), Money (nuang), Materials ( bahan-bahan), Methods (metode) Machines ( alat-alat), Minute ( waktu) dan Market ( pasar).[2]
Penelitian yang baik, juga memerlukan manajemen yang profesional, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai secara efektif dan efisien. Efektif menunjukkan derajad pencapaian tujuan, sedangkan efisien menunjukkan optimasi penggunaan sumber daya. Jadi penelitian yang efektif adalah penelitian yang dapat mencapai tujuan yang diharapkan pada gradasi yang tinggi, sedangkan penelitian yang efisien adalah penelitian yang paling sedikit menggunakan sumber daya (7M).
Tahap awal dari manajemen penelitian adalah membuat perencanaan penelitian, atau yang sering disebut dengan proposal penelitian. Jadi proposal penelitian adalah merupakan perencaan penelitian, yang berisi langkah-langkah sistematis dan rasioanal yang ditetapkan oleh peneliti sehingga dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan dan mengendalikan penelitian.[3] Setiap penelitian, baik penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, maupun kualitatif perlu direncakan dalam bentuk proposal penelitian. Dengan membuat proposal, ini berarti peneliti telah melaksanakan salah satu fungsi manajemen penelitian yaitu membuat perencanaan. Karena terdapat perbedaan mendasar antara penelitian kuantitatif dan kualitatif, maka proposal antara metode kuantitatif dengan kualitatif juga berbeda. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah terletak pada aksioma, proses penelitian, dan karakteristiknya.
Dalam penelitian kualitatif realitas dipandang sesuatu holistik, kompleks, dinamis, penuh makna, dan pola fikir induktif, sehingga permasalahan belum jelas, maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek penelitian/ situasi sosial.[4] Jadi perbedaan utama  antara proposal yang menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif adalah terletak pada, yang kuantitatif prosalnya spesifik dan sudah baku sedangkan proposal kualitatif masih bersifat umum dan sementara.[5] Oleh karena begitu jauh dan tajamnya perbedaan anatara kedua jenis metode penulisan proposal ini maka penulis sedikit ingin membahas salah satu di antaranya yaitu “ Penulisan Proposal Tesis Kualitatif”   

2.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang di paparkan di atas maka dapat penulis rumuskan sebagai berikut :
a.       Apa saja lingkup penelitian kualitatif
b.      Apa komponen dan sitimatika cara penulisan  proposal penelitian  kualitatif

3.      Tujuan Pembahasan
a.       Untuk mengetahui apa saja lingkup penelitian kulitatif
b.      Untuk mengetahui komponen dan sistimatika cara penulisan  proposal penelitian kualitatif





B.     PEMBAHASAN
1.      Lingkup Penelitian Kualitatif
Sebelum peneliti membuat proposal penelitian dengan metode kualitatif, maka terlebih dahulu harus diketahui lingkup penelitian kualitatif. Lingkup ini berkenaan dengan permasalahan yang cocok diteliti dengan metode kualitatif serta scope konteks sosial yang diteliti. Berikut adalah lingkup penelitian kulaitatfi menurut sugiono.[6]
a.       Bila masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau mungkin malah gelap. Kondisi semacam  ini cocok diteliti dengan metode kualitatif, karena penelitian kualitatif akan langsung masuk ke objek, melakukan penjelajahan dengan grant tour question, sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian model ini, peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu objek. Ibarat orang akan mencari sumber minyak, tambang emas dan lain-lain.
b.      Bila ingin memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak bisa difahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunyai makna tertentu. Sebagai contoh orang yang menangis, tertawa, cemberut, mengedipkan mata, memiliki makna tertentu. Sering terjadi, menurut penelitian kuantitatif benar, tetapi justru menjadi tanya  menurut penelitian kualitatif. Data untuk mencari makna dari setiap perbuatan yang  mengandung misteri atau tanda tanya  hanya cocok diteliti dengan metode kulitatif, dengan teknik wawancara mendalam, observasi berperan serta dan dokumentasi.
c.       Untuk memahami interaksi sosial dan  memahami perasaan orang lain. Kedua persoalan ini hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan cara ikut beroperan serta, wawancara mendalam terhadap iteraksi sosial tersbut. Sedangkan wawancara mendalam dan observasi ikut berperan serta untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
d.      Untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data juga menjadi lingkup penelitian dengan metode kualitatif
e.       Penelitian sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan kehidupan seorang tokoh atau masyarakat akan dapat dilacak melalui metode kualitatif. Dengan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu akan sejarah perkembangan kehidupan seseorang. Masih banyak lagi jenis masalah yang cocok diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.[7]    
2.      Komponen dan Sitematika Cara Penulisan  Proposal Penelitian Kualitatif
Komponen dan sistematika dalam proposal penelitian kualitatif, tidak terlalu banyak perbedaanya dengan komponen proposal  penelitian kuantitatif yang berbedan hanya pada, proposal penelitian kuantitatif sifatnya sudah baku sedangkan proposal penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Setelah di lapangan mungkin masalah, fokus, teori, teknik pengumpulan data, analisis data, bahkan judul penelitian bisa berubah.
Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas, pendahuluan, landasan teori, metode penelitan, jadwal penelitian, organisasi penelitian, biaya penelitian.[8]
Format dan komponen penulisan proposal penelitian kualitatif memiliki bagian awal yang sama dengan proposal penelitian kuantitatif. Perbedaan antara proposal penelitian kuantitatif dengan kualitatif terletak pada bagian inti sesuai dengan kebutuhan  penulisan proposal kualitatif. [9]






FORMAT DAN SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
Bagian Awal
1.         Halaman Sampul ( Cover ) memuat;
(a)        Tulisan “ Proposal Penelitian”
(b)         Judul Penelitian
(c)        Nama mahasiswa, ditulis lengkap ( tanpa tulisan ; oleh, gelar),
(d)       Nomor induk mahasiswa
(e)        Nama dosen pembimbing
(f)         Nomor identitas pegawai ( NIP) dosen
(g)        Nama lengkap lembaga: ( contoh ), Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
(h)        Tahun ajaran.
2.        Bagian Inti

BAB I PENDAHULUAN
A.       Konteks Penelitian
Walaupun dalam penelitian kualitatif, masalah ini bersifat sementara, namun perlu dikemukakan  dalam proposal penelitian. Masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, penyimpangan antara teori dengan praktek, penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, penyimpangan antara tujuan dengan hasil yang dicapai, dan penyimpangan antara pengalaman masa lampau dengan yang terjadi.
 Dalam konteks penelitian ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan, teori, pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. Masalah perlu dikemukakan dalam bentuk data awal baik melalui pengamatan atau wawancara pada pra penelitian atau studi pendahuluan, dokumentasi laporan penelitian, atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media baik media cetak maupun media cetak ataupun eletronik. Jadi isi dari konteks masalah adalah jawaban atas pertanyaan, mengapa perlu dilakukan penelitian. [10]
B.       Fokus Penelitian
Kalau dalam penelitian kuantitatif, fokus penelitian biasanya sebagai batasan masalah.  Karena adanya keterbatasan, baik tenaga, dana dan batas waktu dan supaya hasil penelitian lebih terfokus, maka peneliti tidak akan melakukan penelitian terhadap keseluruhan yang ada pada objek atau situasi sosial tertentu, tetapi perlu menentukan fokus.
Pada penelitian kualitatif, penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan, pengalaman, referensi dan di sarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. Fokus dalam penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti di lapangan.[11]
C.       Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan dan membuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif untuk menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum pernah ada atau belum diketahui.
Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Dalam proposal penelitian kaulitatif, tujuan penelitian masih terkait dengan fokus penelitian, yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah fokus penelitian terjawab melalui pengumpulan data.  
D.       Manfaat Penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat teoritis, dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis, yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Bila peneliti kualitatif dapat menemukan mengendalikan suatu gejala.
E.        Orisinalitas Penelitian
Bagian ini menyajikan pebedaan dan persamaan bidang kajian yang diteliti antara peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Hal demikian diperlukan untuk menghindari adanya pengulangan kajian terhadap hal-hal yang sama. Dengan demikian akan diketahui sisi-sisi apa saja yang membedakan antara penelitian kita dengan penelitian-penelitian terdahulu. Dalam bagian ini akan lebih mudah dipahami, jika peneliti menyajikan dalam bentuk tabel.[12]
F.        Defenisi Istilah
Definisi istilah merupakan penjelasan atas konsep atau variabel penelitian yang ada dalam judul penelitian. Konsep atau variabel penelitian merupakan dasar pemikiran peneliti yang akan dikomunikasikan kepada para pembaca atau orang lain. Peneliti harus merumuskan konsep atau variabel penelitian dengan baik agar hasilnya dapat dimengerti oleh pembaca atau orang lain dan memungkinkan untuk direplikasi oleh calon peneliti berikutnya. Definisi istilah digunakan untuk menjelaskan istilah atau konsep-konsep yang ada dalam judul penelitian atau istilah dalam fokus penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Istilah atau konsep yang dijelaskan adalah istilah atau konsep yang dirasakan akan memberikan penafsiran berbeda dari para pembaca. Oleh sebab itu penjelasan atau defenisi dari konsep atau istilah diberikan oleh peneliti sendiri bukan merupakan hasil kutipan dari pakar atau ahli.[13] 

BAB  II  KAJIAN  PUSTAKA
A.       Landasan Teoritik
Landasan teori berisi tentang pembahasan teori yang digunakan sebagai dasar untuk mengkaji atau menganalisis masalah penelitian. Landasan teori memuat deskripsi teoretik, penelitiann yang relevan, dan kerangka berpikir. Kristalisasi teori dapat berupa defenisi atau proposisi yang menyajikan pandangan tentang fokus penelitian yang disusun secara sitematis dengan tujuan untuk memberikan eksplanasi dan prediksi mengenai suatu fenomena. Teori dalam penelitian kualitatif berfungsi sebagai pisau analisis data.
B.       Kajian Teori Dalam Prespektif Islam
Pada sub bab ini mengkaji variabel-variabel penelitian dalam sudut pandang Islam atau dalam prespektif Islam. Kajian dapat bersumber dari Al-qur’an, Hadits, kitab-kitab hasil karya ilmuan Islam atau referensi-referensi yang berperspektif Islam.
C.       Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir menggambarkan alur pikir peneliti yang dimaksudkan untuk menyusun reka pemecahan masalah (jawaban pertanyaan penelitian) berdasarkan teori yang dikaji. Kerangka berpikir memuat unsur-unsur berikut.
1.      Penjelasan variabel yang diteliti,
2.      Menjelaskan keterkaitan antar variabel yang diteliti dan teori yang mendasarinya,
3.      Kerangka berpikir disajikan dalam bentuk gambar atau bagan.

BAB  III  METODE PENELITIAN
A.       Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam bagian ini peneliti menjelaskan pemilihan pendekatan kualitatif serta alasannya. Penjelasan tersebut perlu juga mencantumkan landasan berpikir secara teoritik untuk memahami makna dan gejala-gejala dari fenomena yang akan diteliti. Misalnya fenomenologis, interaksi simbolis, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutika). Dalam bagian ini peneliti juga perlu menjelaskan jenis penelitian, seperti etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis atau partisipatoris.
B.       Kehadiran Peneliti
Dalam penlitian kualitatif peneliti merupakan insturmen kunci sekaligus pengumpul data. Oleh karena itu kehadiran peneliti menjadi bagian yang mutlak. Pada bagian ini perlu dijelaskan kehadiran peneliti sebagai pengamat penuh, pengamat partisipan atau partisipan. sekaligus menjelaskan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya oleh subjek atau tidak.
C.       Latar Penelitian
Latar penelitian berisi penjelasan tentang lokasi, rentang waktu, dan atau subjek penelitian. Peneliti perlu menjelaskan alasan memilih lokasi, rentang waktu dan atau subjek penelitian. Misalnya penelitian dilakukan di sekolah, perusahaan, di lembaga pemerintahan, di jalan, di rumah dan lain-lain
D.       Data dan sumber Data Penelitian
Dalam penelitian kualitatif jumlah data terdiri atas data primer dan data sekunder. Wujud data berupa informasi lisan, tulisan, aktivitas dan kebandaan. Data dapat bersumber dari informan, arsip, dokumen, kenyataan yang berproses dan artefak. Peneliti perlu menjelaskan alasan menggunakan data dan sumber data yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Penentuan sampel sumber data masih bersifat sementara, dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi social atau objek yang diteliti, sehingga mampu” membukakan pintu” kemana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Sanafiah faisal mengutip pendapat Spradley mengatakan bahwa sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut. [14]
1)      Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayatinya.
2)      Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti
3)      Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi
4)      Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri
5)      Mereka yang pada mulanya tergolong “ cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
E.        Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data berisi tentang cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya, wawancara, observasi, studi dokumen. Peneliti perlu menjelaskan alasan menggunakan teknik pengumpulan data penelitian. Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi participant, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan gabungan ketiganya atau trianggulasi. Perlu dikemukakn kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi, maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi, kalau wawancara, kepada siapa akan melakukan wawancara.
F.        Teknik Analisa Data
Dalam penelitian kualitatif, teknik analisa data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahapan memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour quation, analisi datanya dengan analisis domain. Tahap kedua menentukan focus, teknik pengumpulan data dengan minitour question, analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Selanjutnya pada tahap selection, pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan structural, analisis data dengan analisis komponensial. Setelah itu dilanjutkan dengan analisis tema. Jadi analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman dilakukan secara interaktif melalui proses data reduction, data display dan verification.[15]
G.       Pengecekan Keabsahan Data
Dalam proposal perlu dikemukakan rencana Uji keabsahan data yang akan dilakukan. Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data ( validitas Internal), uji depenabilitas ( reliabilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi), dan uji konfirmabilitas (obyektifitas). Namun yang paling utama adalah uji kredibilitas data. Uji kredibilitas dilakukan dengan : perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trianggulasi, diskusi dengan teman sejawat, member check, dan analisi kasus negative.
3.                  Bagian Akhir
DAFTAR PUSTAKA
Pada bagian Daftar Pustaka memuat tentang semua referensi dan sumber bacaan yang relevan dengan masalah penelitian dan disusun dengan kaidah penulisan Daftar Pustaka yang digunakan pada penulisan proposal atau tulisan ilmiah lainnya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN. [16]
Lampiran memuat tentang hal-hal lain yang tidak termuat dalam penulisan proposal misalanya lampiran jadwal dan anggaran biaya penelitian dan lain-lain.

C.    PENUTUP
Penulisan makalah ini menurut penulis tentu bukan satu-satunya sumber yang baku dalam penulisan proposal penelitian kualitatif oleh karena makalah ini isinya masih jauh dari kesempurnaan, namun jika pembaca merasa makalah ini cukup bermanfaat sebagai salah satu sumber inspirasi penulisan proposal penelitian maka setiap ada kata dan kalimat yang belum sempurna dalam penulisan ini penulis dengan lapang dada menerima masukan yang berharga itu







DAFTAR  RUJUKAN



Ahmadi,Rulam, Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif, Risearch and Training Center , ( Malang ; Universitas Negeri Malang Press), 2014
Bakri,Masykuri  dan Ibrahim Bafadal dalam Metode Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis ed. Masykuri Bakri , 2013
Ghony, M.Djunaidi &  Almansur, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jogjakrta : Ar-Ruzz Media),2014
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung : CV. Alvabeta), 2014
Solichin Abdul Wahab, Metode Penelitian Kualitatif Tinjauan Teoritis dan Praktis
Masykuri Bakri ,2013.
Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), 2015





[1] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 133
[2] Sugiyono , hlm, 133
[3] Sugiyono, hlm, 134
[4] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 134
[5] Sugiyono, hlm. 134
[6] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 135
[7] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 136
[8] Sugiyono, hlm. 139
[9] Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), hlm.5
[10] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 140
[11] Sugiyono, hlm. 141
[12] Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), hlm.32-3
[13] Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), hlm.33

[14] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 146

[15] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,2014 (Bandung : CV. Alvabeta), hlm. 147
[16] Team Penyusun Pedoman Penulisan Tesis, Disertasi dan Makalah ,2015 ( Malang: Pasca UIN Maulana Malik Ibrahin), hlm.5-6








Tidak ada komentar:

Posting Komentar